Berapa Lama Siksa di Neraka? Beginilah Penjelasan Para Ulama
Ilistrasi neraka
JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Allah SWT menciptakan surga sebagai tempat yang penuh kenikmatan bagi orang-orang yang beriman dan berbuat baik selama hidup di dunia. Sebaliknya, neraka diciptakan sebagai balasan bagi mereka yang kafir dan melakukan kejahatan, sebagai bentuk keadilan ilahi.Dalam Islam, bahkan orang mukmin pun bisa saja merasakan siksa neraka sementara untuk dibersihkan dari dosa sebelum akhirnya diangkat ke surga. Lantas, muncul pertanyaan yang sering membuat penasaran banyak orang tentang berapa lama hukuman di neraka sebenarnya?
Lama Hukuman di Neraka
Dijelaskan dalam buku Perjalanan Menuju Keabadian oleh Prof. M. Quraish Shihab, para ulama, termasuk Ibnu Sina menjelaskan ganjaran di surga bersifat kekal karena jiwa orang beriman juga bersifat kekal yang mencerminkan balasan Allah SWT yang adil bagi amal kebaikan yang dilakukan selama hidup di dunia.Sebaliknya, siksa di neraka bagi sebagian mukmin bersifat sementara, dimaksudkan untuk membersihkan jiwa dari kotoran dosa yang menempel selama hidup.Lamanya hukuman di neraka tergantung pada proses penyucian jiwa sampai benar-benar bersih dan siap masuk surga. Dengan kata lain, neraka berfungsi sebagai sarana pemurnian, dan setelah jiwa siap, Allah SWT akan mengangkatnya ke surga penuh rahmat.
Menurut Prof. Quraish Shihab dalam bukunya Perjalanan Menuju Keabadian, sebagian ulama menafsirkan bahwa siksa Allah SWT tidak bersifat kekal dengan merujuk pada hadits Qudsi yang menyatakan, "Rahmat-Ku mengalahkan amarah-Ku."Hal ini tercermin dalam penciptaan surga dan neraka, di mana rahmat Allah SWT yang luas melebihi murka-Nya, sehingga siksa atau hukuman tidak bersifat abadi. Dari sini, Quraish Shihab menegaskan bahwa makna "kekal" menurut beberapa filsuf yang ia kutip lebih tepat dipahami sebagai "waktu yang sangat lama."
Tidak Semua Dosa Akan Dibalas di Neraka
Buya Yahya dalam ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV berjudul Apakah Setiap Manusia Akan Merasakan Neraka Dulu? menjelaskan tidak semua orang yang berdosa akan merasakan siksa neraka."Kalau orang punya dosa, maka harus dibersihkan di neraka kalau Allah SWT belum mengampuninya. Tapi kalau sudah diampuni, maka tidak akan merasakan itu lagi." ujar Buya Yahya dalam kajian tersebut.Menurut Buya Yahya, Allah SWT adalah Maha Pengasih dan Maha Pengampun, sehingga kemungkinan besar dosa manusia sudah diampuni sebelum mereka menghadapi siksa neraka. Rahmat dan ampunan-Nya bisa diberikan kapan saja sesuai kehendak Allah SWT.
Manusia dapat memperoleh pengampunan saat masih hidup di dunia melalui tobat yang tulus dan amal saleh. Penyesalan yang sungguh-sungguh menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa yang telah diperbuat.Selain di dunia, pengampunan juga bisa diberikan di alam barzah sebelum hari kiamat tiba. Hal ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi setiap hamba-Nya yang beriman.Oleh karena itu, tidak semua orang yang berdosa akan merasakan siksa neraka. Bagi sebagian mukmin, neraka berfungsi sebagai sarana penyucian, bukan hukuman yang kekal.Maka dari itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk selalu beristighfar dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dengan rajin bertobat, dosa-dosa dapat terhapus sebelum menghadapi hari pembalasan.Kebiasaan beristighfar dan memperbaiki diri membuat hati lebih tenang dan jiwa lebih bersih. Dengan demikian, kita menyiapkan diri untuk menerima rahmat Allah SWT dan memasuki surga-Nya dengan lebih aman.(Net/Hen)

Tulis Komentar